Tugas 1
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
UNIVERSITAS TERBUKA
A. TEORI
Lingkungan sebagai sumber belajar adalah salah satu kekuatan belajar yang dekat
dengan satuan pendidikan dan siswa itu sendiri. Kita akan memulai dengan melihat
pengertian dari lingkungan itu sendiri.
A.1. Pengertian Lingkungan
Pengertian lingkungan menurut Muhammad Effendi (2013) lingkungan adalah sesuatu gejala
alam yang ada disekitar kita, dimana terdapat interaksi antara faktor biotik (hidup) dan faktor
abiotik (tak hidup) dimana lingkungan menyediakan rangsangan (stimulus) terhadap individu
dan sebaliknya individu memberikan respons terhadap lingkungan.
Kemudian ada penguatan dari Sri Winarni (2012) yang melihat lingkungan sebagai salah
satu sumber belajar yang dapat dioptimalkan untuk pencapaian proses hasil pendidikan yang
berkualitas. Jumlah sumber belajar yang tersedia di lingkungan ini tidaklah terbatas,
sekalipun pada umumnya tidak dirancang secara sengaja untuk kepentingan pendidikan.
Sementara itu, Muhammad Effendi (2013) melihat lingkungan dapat dibagi menjadi 3 jenis.
Ketiganya adalah:
1. Lingkungan sosial seperti organisasi sosial, adat, budaya, pendidikan, struktur
pemerintahan, agama dan sistem nilai. Lingkungan seperti ini sangat tepat untuk
menghantarkan pengertian mengenai ilmu-ilmu sosial.
2. Lingkungan alam seperti lingkungan fisik yang ada di sekitar kita. Misalnya,
pegunungan, laut, danau dan kenampakan geografis lainnya. Lingkungan alam ini
bersifat tetap selama tidak ada pengubahan dalam konteks pembangunan.
3. Lingkungan buatan seperti taman bermain, kebun binatang, perkebunan, bendungan,
dan semacamnya yang dibuat untuk kepentingan masyarakat.
A.2. Sumber Belajar
Selain pengertian sumber belajar, kita juga perlu mengetahui mengenai sumber belajar.
Sumber belajar dapat diartikan sebagai segala hal di luar diri anak didik yang
memungkinkannya untuk belajar, dapat berupa pesan, orang, bahan, alat teknik dan
lingkungan. Uraian tersebut dapat dilihat dari definisi AECT (Association For Education
Communication Technology) yang menyatakan pengertian sumber belajar sebagai berikut : “
Sumber belajar untuk teknologi pendidikan meliputi semua sumber (data, orang, barang)
yang dapat digunakan oleh peserta didik baik secara terpisah maupun dalam bentuk
gabungan, biasanya dalam situasi informal, untuk memberikan fasilitas belajar”.
Sementara itu, Fercipal dan Elinghton (1988) memberikan batasan bahwa sumber belajar
adalah “Satu set bahan atau situasi belajar yang dengan sengaja diciptakan agar siswa secara
individual dapat belajar”. Melihat apa yang dikatakannya, berarti sumber belajar bisa
diciptakan untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa.
B. Karakteristik
Pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar memiliki beberapa
karakteristik seperti:
1. Membuat siswa mendapatkan informasi berdasarkan pengalaman langsung.Membuat
siswa mudah mencapai sasaran pembelajaran yang telah ditetapkan
2. Membuat siswa mengenal dan mencintai lingkungan yang pada akhirnya mengagumi
dan mengagungkan penciptanya
3. Membuat pelajaran lebih konkrit
4. Biaya relatif murah
5. Penerapan ilmu menjadi lebih mudah, sesuai dengan permasalahan yang dihadapi
dalam kehidupan sehari-harinya, sehingga siswa akan merasakan bahwa belajar itu
bermakna dan menarik
6. Sesuai dengan prinsip didaktik dan perkembangan yaitu: a. Anak berbeda dalam
kemampuan dan kecepatan belajarnya; b. Anak berkembang secara optimal sesuai
dengan perkembangan fisik, intelektual, sosial serta perasaan berdasarkan asas
kebebasan (aktualisasi diri). ; c. Belajar dari yang : Konkrit ke abstrak,
Mudah/sederhana ke yang sukar/majemuk, Dekat ke yang jauh, Sudah
diketahui/dikuasai kepada yang belum diketahui/dikuasai (pengalaman lama ke
pengalaman baru)
7. Mengembangkan motivasi dan prinsip “Belajar Bagaimana Belajar”, dengan dasar
metoda ilmiah dan pengembangan keterampilan proses, sehingga tertanam sikap
ilmiah.
C. Teknik Menggunakan Lingkungan
Ada beberapa teknik dalam menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar. Beberapa hal
yang digunakan adalah sebagai berikut:
1. Teknik field trip atau disebut dengan karya wisata. Teknik ini digunakan dalam
konteks pelaksanaan kurikulum yang diterapkan di sekolah. Ada target pengalaman
langsung yang hendak dicapai. Maka seringkali siswa dibekali dengan
pertanyaan-pertanyaan yang menggali pengalaman mereka dalam karya wisata.
Pertanyaan yang dijawab, bisa dituangkan dalam bentuk laporan kunjungan atau
menjadi bahan diskusi di kelas.
2. Teknik camping ground atau perkemahan sekolah. Kegiatan perkemahan seringkali
diartikan sebagai kegiatan rekreasi. Di balik itu, kegiatan perkemahan bisa menggali
lebih dalam lingkungan alam sebagai sumber belajar.
3. Teknik kunjungan observasi. Teknik ini dilakukan ketika melakukan pembelajaran
tata adat istiadat, bagaimana sebuah organisasi beraktifitas, mengamati kegiatan
ekonomi dan sebagainya.
4. Teknik praktik kerja. Teknik ini digunakan agar siswa mengalami secara langsung apa
yang dilakukan oleh orang-orang yang hendak diamati. Bisa juga dengan
mengundang orang atau organisasi yang melakukannya apabila memungkinkan.
5. Teknik social service atau layanan publik. Teknik ini mengajak siswa menggali lebih
dalam bagaimana dampak pelayanan dalam masyarakat yang disediakan oleh
pemerintah setempat atau organisasi nirlaba.
D. Penerapan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar
Seringkali guru bertanya bagaimana penerapannya? Penerapan yang paling mudah adalah
dengan melihat pembelajaran yang akan dipersiapkan. Dengan melihat persiapannya, maka
dapat dilihat 3 hal:
1. Jenis lingkungan yang dibutuhkan
2. Teknik menggunakan lingkungan
3. Tindak lanjut pembelajaran di dalam kelas paska penerapan.
Contoh sederhana.
Dalam perencanaan pembelajaran, kelas 4 hendak melihat bagaimana perintah dilakukan
kepada mesin agar dapat bekerja secara otomatis. Satu pengalaman yang hendak didapat
adalah bagaimana menggunakan coding atau pemrograman. Maka diambil langkah-langkah
sebagai berikut:
1. Jenis lingkungan yang dibutuhkan adalah lingkungan buatan yang dapat
menghadirkan pengalaman pemrograman secara langsung. Di sekolah, ada tempat
yang memenuhi definisi yang dimaksud: makerspace.
2. Teknik menggunakan lingkungan yang dipakai adalah teknik praktik kerja. Kebetulan
ada guru yang mengampu pemrograman.
3. Tindak lanjut yang akan dilakukan setelah mengalami pembelajaran pemrograman
adalah menulis pengalaman secara pribadi dalam format refleksi yang telah disiapkan
oleh guru.
E. Kesimpulan
Strategi pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan adalah salah satu strategi yang
mempersiapkan siswa untuk mendapatkan pengalaman mengamati, bekerja, berinteraksi dan
menghadapi secara langsung. Para siswa dipersiapkan untuk memberikan diri mereka siap
dengan segala pertanyaan dan membuka lebih banyak pertanyaan ketika berinteraksi dengan
lingkungan. Strategi ini juga membuka peluang bagi guru untuk mengaitkan teori-teori atau
pembelajaran dalam kelas kepada aplikasi yang tepat sesuai dengan lingkungan yang
dijadikan sumber belajar.
F. Daftar Pustaka
Muhammad Efendi . Lingkungan Sebagai Media Pembelajaran. 2013
Sri Winarni. Lingkungan sebagai Sumber Belajar. Depdiknas 2012
Sri Anitah W, dkk. Strategi Pembelajaran. Universitas Terbuka 2014

0 Comments